Home » » Sejarah Kanker Paru Paru

Sejarah Kanker Paru Paru

Kanker Paru Paru jarang dijumpai sebelum ditemukannya kebiasaan merokok, bahkan belum dikenal sebagai suatu penyakit khusus hingga tahun 1761. Berbagai aspek berbeda dari kanker paru parudijelaskan lebih jauh pada tahun 1878, tetapi telah meingkat 10-15% di awal 1900-an.
Laporan kasus dalam literatur kedokteran hanya sebanyak 374 di seluruh dunia pada tahun 1912, tetapi kajian pada hasil autopsi menunjukan bahwa insiden kanker paru telah meningkat dari 0,3% pada 1852 menjadi 5,66% pada 1952. Simak info sebelumnya mengenai Khasiat Keladi Tikus Bagi Kesehatan

Di jerman pada 1929, dokter Fritz Lickint menemukan hubungan antara kebiasaan merokok dengan kanker paru paru, yang menjadi penyebab munculnya kampanye antirokok yang agresif. British Doctors Study, yang dipublikasikan pada 1950-an merupakn bukti kuat epidemiologis hubungan antara kanker paru paru dengan kebiasaan merokok. Akibatnya, pada 1964 Surgeon General Amerika Serikat menyarankan para perokok untuk berhenti merokok.

Hubungan dengan gas radon pertama kali dijumpai di kalangan penambang di Pegunungan Ore di dekat Schneeberg, Saxony. Perak telah ditambang di sana sejak 1470, dan tambang ini kaya dengan uranium, yang disertai radium, dan gas radon. Para penambang menderita jumlah penyakit paru paru yang tidak sebanding, yang kemudian dikenali sebagai kanker paru paru pada 1870-an. Meskipun ada penemuan ini, penambang tetap berlanjut hingga 1950-an, karena adanya permintaan uranium dari Uni Republik Sosialis Soviet. Radon dikonfirmasi sebagai penyebab kanker paru paru pada tahun 1960-an.
Rekomendasi: obat kanker paru
Pneumonektomi pertama yang sukses untuk kanker paru dilakukan pada 1933. Radiopterapi paliatif telah digunakan sejak 1940-an. Radioterapi radikal, yang mulai digunakan pada 1950-an, merupakan usaha untuk mengunakan dosis radiasi yang besar pada pasien kanker paru paru dengan stadium yang relatif awal, tetapi yang tidak cocok untuk pembedahan. Pada 1997, radioterapi dipercepat dengan hiperfraksionisasi dipandang sebagai perbaikan terhadap radioterapi radikal konvensional. Untuk kanker paru paru sel kecil, upaya awal dilakukan pada 1960-an saat pembedahan dan radioterapi radikal tidak berhasil. Pada tahun 1970-an, dikembangkan perawatan kemoterapi yang sukses.
Beli Lebih Banyak Harga Lebih Murah Klik > Dapatkan Disini !!!